Hi guys..!

brain-srinkinKamu-kamu pasti tau dengan yang namanya hape atau internet kan? Mungkin selain memilikinya, kamu juga menghabiskan waktu senggangmu untuk menggunakannya. Bener kan…??

Selain dampak positif, teknologi ini juga memberikan dampak negatif yang serius lho.. terutama untuk otak kamu.

Kamu mungkin pernah secara tidak sengaja atau dipaksa oleh teman kamu untuk melihat gambar-gambar, video ataupun cerita-cerita yang berbau porno. Nah, itulah yang berdampak negatif untuk otakmu.

Otak kamu mengalami 3 tahapan perkembangan (Dr. Mark Kastlemaan, pakar adiksi pornografi dari USA), yaitu:

1. Koneksi

Tahapan ini adalah ketika anak-anak membawa informasi dari lingkungan sekitar dan menyimpannya di neuron (sel-sel otak). Pada tahapan ini bagian limbic otak berkembang sangat awal dan mencapai puncak pada usia 3 bulan, sedangkan bagian logica (PFC) baru mencapai puncak pada usia 3 tahun.

2. Pemangkasan

Pada tahap ini, otak melakukan pemilihan informasi mana yang bisa digunakan dan mana yang dibuang. Sambungan-sambungan syaraf yang digunakan akan tetap dan menjadi kuat, sedangkan yang tidak digunakan akan “hilang”. Pada tahap ini, limbic akan terpangkas di usia 5 tahun sedangkan PFC belum lengkap sampai usia 16 tahun.

3. Myelinasi
Pada tahap ini, neuron dilapisi oleh zat yang berlemak, licin seperti lilin yang disebut myelin. Bagian limbic akan mengalami proses myelinasi pada usia 7-8 tahun (otak kelihatan seperti “orang dewasa”) sedangkan PFC belum lengkap sampai usia 25 tahun.

*Otak bagian limbic bertanggung jawab untuk melindungi dari bahaya, keinginan untuk bersenang-senang, tidak peduli dengan konsekuensi dan hanya peduli pada diri sendiri.

*Otak bagian Pre Frontal Corteks (PFC) berfungsi untuk berfikir logika, kecerdasan, tujuan masa depan dan kepedulian terhadap orang lain.

Pada remaja yang otak logikanya (PFC) belum berkembang, pornografi dapat menyebabkan kecanduan dan kerusakan otak.

Menurut Dr. Mark, pornografi akan membuat otak merangsang produksi dopamin dan endorphin (bahan kimia otak yang membuat rasa senang dan merasa lebih baik) dengan berlebihan, sehingga otak tidak bekerja dengan normal bahkan sangat ekstrem, yang kemudian bisa membuatnya mengecil dan rusak.

Dengan rusaknya otak, maka anak dan remaja akan mudah mengalami bosan, merasa sendiri, marah, tertekan dan lelah. Selain itu, dampak yang paling mengkhawatirkan adalah penurunan prestasi, kemampuan belajar serta berkurangnya kemampuan pengambilan keputusan.

image from : http://gohealthys.com

Written by : Baptistiani Dipa Sarah S.