Category: Virus & Antivirus


Ada pameo yang mengatakan “pengalaman adalah guru yang berharga”. Dari pengalaman lah kita belajar untuk lebih baik lagi, dan tidak mengulangi kesalahan yang sama..

2 hari yang lalu saya mengalami kejadian yang sempat membuat  deg2an, gimana ga deg2an? Karna waktu saya mau melanjutkan pekerjaan saya membuat program tiba-tiba laptop yang biasa saya gunakan mendadak hang karna kena virus. Padahal jarang sekali laptop saya kena virus, karna memang saya selalu rajin mengupdate antivirus. Tetapi hari itu ada mahasiswa yang mau install software di laptop saya, sebenarnya sudah terdeteksi sebagai virus tapi setelah saya pikir-pikir kemudian saya ijinkan untuk menginstallnya karna saya pikir virusnya tidak terlalu berbahaya dan juga karna software yang diinstall berhubungan dengan pekerjaan yang urgent. Tapi ternyata keputusan saya salah, karna virus tersebut langsung dengan cepat menyebar dan akhirnya membuat laptop saya hang. Yang membuat saya deg2an adalah program yang saya sedang kerjakan belum sempat saya backup di drive lain, sehingga kalau hilang ataupun terinfeksi, maka saya harus ulang lagi dari awal pekerjaan saya ..!!&#$$%%^$.  Sebenarnya ada banyak cara untuk menyelamatkan data saya, pertama saya bisa lewat safe mode, kedua bisa juga lewat windows yg lain (yang kebetulan saya menginstal 2 OS), dan ketiga jika semuanya tidak bisa, saya biasanya menggunakan live cd linux. Namun masalahnya menjadi runyam, karna saya tidak bisa menyelamatkan data saya menggunakan 3 cara tersebut, lho kok bisa? Iya bisa…he..he..karna kebetulan laptop saya dari beberapa bulan yang lalu memang bermasalah  dan belum sempat saya perbaiki J, masalahnya yaitu saat booting layar blank sehingga ketika masuk bios juga blank begitu juga bootloader (pilihan untuk memilih OS).Ini namanya sudah jatuh tertimpa tangga dan tertimpa ember pula..he..he..Tapi bersyukur setelah satu jam lebih berusaha dan berpikir dan udah hampir stress, tiba-tiba ada ide untuk menggunakan bantuan monitor CRT yang udah lama ga terpakai.Kemudian mulailah saya pasang kabel vga monitor CRT ke port vga laptop saya.Dan hasilnya? Eng ing eng…!!! BERHASIL !! ternyata di monitor CRT saat laptop saya booting tidak blank begitu juga saat menjalankan bootloader, sehingga saya bisa memilih windows yang lain. Dan akhirnya saya bisa masuk kewindows yg belum terinfeksi dan selanjutnya saya backup pekerjaan saya dulu dan terakhir saya scan windows yang terinfeksi .

Apa pelajaran yang saya petik dari pengalaman tadi? Dari pengalaman tadi akhirnya saya berpikir bagaimana caranya supaya pekerjaan saya otomatis terbackup(auto backup) setiap range waktu tertentu bahkan saat file2 pekerjaan saya itu sedang saya gunakan. Dan untuk hal itu bisa terjadi, berarti harus ada software khusus yang selalu bekerja membackup file2 pekerjaan saya secara otomatis setiap range waktu tertentu. Kemudian dengan bantuan paman google mulailah saya berburu software untuk auto backup, dan ternyata tidak susah karna banyak sekali software2 untuk auto backup. Akhirnya pilihan saya jatuh pada software dengan nama Everyday Auto Backup(EAB), bukannya apa2 , tapi karna software ini free dan ukurannya ga terlalu besar sehingga tidak terlalu berat ketika dijalankan.Softwarenya bisa di download disini. Setelah selesai download kemudian install, barulah siap digunakan. Berikut langkah-langkahnya :

  1. Buka software EAB, sehingga muncul tampilan sbb :
  2. Klik tombol add untuk menambahkan project baru, setelah itu akan muncul tampilan sbb :
  3. Pada Project Name, ketikan Nama project sesuai dengan yang anda inginkan
  4. Pada Source Directory, klik Browse untuk memilih directory/folder tempat dimana kita menyimpan file pekerjaan yang ingin kita backup
  5. Pada Destination Directory, klik browse untuk memilih directory/folder tempat dimana kita akan menyimpan file hasil backup.
  6. Checklist pilihan Include subdirectories, untuk memastikan semua file yang ada didalam folder pekerjaan kita ikut terbackup termasuk jika terdapat sub folder lagi didalamnya.
  7. Pada pilihan Schedule, pilih range waktu yang anda inginkan untuk EAB bekerja otomatis membackup pekerjaan anda. Saran saya, jika file2 anda yang ingin anda backup adalah file2 yang dinamis, artinya hampir setiap saat anda update maka pilihlah Minutely atau Hourly. Supaya hasil file backup anda selalu yang terbaru.
  8. Setelah memilih range waktu backup, maka selanjutnya atur konfigurasinya. Misalnya jika kita memilih Minutely maka akan muncul pilihan untuk kita memilih setiap berapa menit sekali EAB membackup pekerjaan kita.
  9. Pada Overwrite option, pilihlah pilihan pertama jika anda ingin setiap proses backup EAB tidak memeriksa waktu modifikasi dari file, sehingga EAB akan membackup semua file yang ada didalam folder pekerjaan kita dan akan mengoverwrite(menulis/mengcopy ulang) semua file yang ada di folder hasil backup. Pilihlah pilihan kedua jika anda ingin setiap proses backup, EAB memeriksa waktu modifikasi dari file, sehingga EAB hanya akan membackup file2 yang paling baru kita update. Keuntungannya dari pilihan kedua adalah proses backup jadi lebih cepat, karna EAB hanya akan membackup file2 yang paling baru kita update.
  10. Setelah itu klik tombol Save
  11. Kemudian klik tombol Backup Now untuk memulai proses backup, setelah itu maka EAB akan otomatis membackup pekerjaan anda setiap range waktu tertentu sesuai dengan yang telah anda atur sebelumnya.
  12. Setiap proses backup selesai maka akan muncul notification di pojok kanan bawah pada taskbar, seperti berikut :
  13. Selain itu jangan lupa pada Menu Options checklist pilihan Start with windows, supaya EAB otomatis running ketika kita masuk windows.

Bagaimana? Mudahkan? Dan sepele, tapi ingat bahwa hal besar dimulai dari hal-hal kecil, jadi dengan melakukan backup otomatis setidaknya bisa membuat  kita terhindar dari masalah yang lebih besar. .Sekarang saya bisa dengan santai melakukan pekerjaan saya dan tidak perlu khawatir lagi dengan belum terbackupnya file2 pekerjaan saya.ok mudah2an apa yang saya sampaikan bisa membantu..God Bless..

ups..file2 gw kemana nih kok ga ada di flashdisk, padahal tadi sebelum gw scan masih ada en blm gw delete..tidak…!!#@!^*$$.

temen2 pernah ngalamin kejadian diatas? bingung ngliat file2 atau folder ga ada di flashdisk padahal sebelumnya ada dan blm pernah kita hapus?tenang..kalo memang blm pernah kita hapus atau ga ada kemungkinan juga orang lain ngehapus file2 kita, itu berarti file2 atau folder kita masih ada di dalam flashdisk. masih ada? yang bener?yoi masih ada..hanya saja file2 dan folder kita di hidden (disembunyikan) oleh virus.lho kok bisa?

Virus biasanya dalam menginfeksi dia menggunakan teknik pendekatan sosial, supaya virus tidak nampak seperti virus maka dia menyamar menjadi file atau folder yang ada didalam flashdisk kita.Kalo gitu jadi ada yang kembar dong sama file2 dan folder kita?yups betul..oleh karena itu supaya tidak mencolok dan mengundang perhatian, maka file2 dan folder kita yang asli di hidden (disembunyikan).Dengan harapan waktu kita akan membuka file atau folder yang ada didalam flashdisk kita maka yang kita klik sebenarnya adalah file2 dan folder yang palsu yang sebenernya adalah virus.Dan bisa ditebak waktu kita klik file atau folder tersebut maka sebenarnya kita sedang membuat virus2 itu bekerja dan akhirnya menyerang komputer kita.cck…ck..ck.ck..

trus gimana cara ngebedain kalo file2 atau folder yang ada didalam flashdisk kita itu palsu alias virus? caranya :
- buka flashdisk dengan windows explorer trus klik menu View Details, – selanjutnya jendela explorer akan berubah menjadi 4 kolom Name, Size, Type, Date Modified.
- nah liat di kolom Type, kalo File2 dan folder kita kecuali software typenya Application maka sudah bisa dipastikan kalo itu virus. knp? karena kalo itu folder seharusnya typenya adalah Folder dan kalo itu file typenya tergantung dari jenis filenya.Misalnya file Word maka harusnya typenya adalah Microsoft Office Word Document, atau file text harusnya typenya adalah Text Document, dsb.
- atau file2 yang berekstensi lain yang perlu dicurigai sebagai virus adalah file2 yang berekstensi sperti .vbs, .exe, .scr, .com.

Ok kita kembali ke topik awal.. untuk menghilangkan virusnya biasanya kita akan langsung scan flashdisk kita.Kalo antivirusnya selalu diupdate, maka virusnya akan terdeteksi dan langsung didelete berikut dengan file2 atau folder yang palsu tadi.Nah masalahnya file2 dan folder kita yang asli yang di hidden oleh virus ga serta merta bisa langsung di tampilkan lagi, artinya masih tetap tersembunyi. Oleh karena itu kita perlu tampilkan kembali file2 dan folder kita dengan cara manual.Tapi sebelumnya kita perlu cek, apakah benar file2 dan folder kita masih ada didalam flashdisk.Ok cara liat file dan folder yang dihidden adalah :
- buka flashdisk dengan windows explorer
- klik menu Tools > Folder Options
- klik view
- Pada pilihan Hidden Files and Folders pilih Show Hidden Files and Folders
- Hilangkan checklist pada pilihan hide extensions for known file types
- Hilangkan checklist pada pilihan Hide protected operating system files (Recomended)
- Klik OK
Kalo file2 dan folder kita masih ada, maka file2 dan folder tersebut akan terlihat tapi dengan tampilan transparan.

Selanjutnya untuk menghilangkan efek hidden tersebut caranya adalah:
- klik menu Start > klik Run > ketik cmd > klik OK /Enter
- Setelah itu jendela Dos /Command Prompt akan muncul
- Menuju lokasi flashdisk kita, kalo flashdisk kita diidentifikasi sebagai drive E maka cukup dengan mengetikkan E : kemudian tekan enter.Begitu juga kalo flashdisk kita diidentifikasi sebagai drive F, cukup dengan mengetikkan F: kemudian enter.
- setelah kita berada di direktori flashdisk kita, langkah selanjutnya adalah mengetikan perintah untuk mengubah properti file atau folder kita dari hidden menjadi unhidden/show. Ketikkan perintah berikut ini : attrib -s -h *.* /s /d (perhatikan spasinya!!), setelah itu Enter
- kemudian untuk beberapa saat command prompt sepertinya tidak ada reaksi , artinya komputer kita sedang bekerja mengembalikan file/folder yang dihidden oleh virus.
- jika command prompt sudah menunjukkan direktori flashdisk kita lagi, misalnya E: maka berarti file2 dan folder kita yang dihidden oleh virus sudah kembali normal.
- buka flashdisk dengan windows explorer, maka file2 dan folder yang dihidden oleh virus yang tadinya tampilannya transparan maka tampillannya akan kembali normal.

Langkah2 diatas tidak hanya bisa kita terapkan pada flashdisk, tapi juga harddisk.Yang perlu kita lakukan di command prompt adalah menuju lokasi harddisk yang file2 dan foldernya di hidden oleh virus. Misalnya yang terinfeksi adalah drive D dan yang terinfeksi hanya folder Dokumen maka untuk menuju lokasi tersebut ketikkan D: Enter kemudian ketik CD “Dokumen” Enter. Setelah itu tinggal ketikkan perintah attrib -s -h *.* /s /d, dan tunggu beberapa saat.gampangkan? jadi ga perlu panik lagi kalo file2 atau folder kita tiba2 hilang padahal kita ga pernah menghapusnya.Ok semoga membantu (@ ndrik, 2009)

Menangkal virus sejak dini

Virus computer bisa bikin kita pusing tujuh keliling..gimana ga,file skripsi, file surat or file dokumen2 penting bisa corrupt alias ga bisa dibuka alias error, bahkan bisa2 komputer kita juga hang en ga bisa masuk ke windows. Kalo dah begini bisa berabe urusannya, karena kita harus install ulang en yang pasti buang2 waktu.
Ada berbagai cara buat nangkal virus, en kalo bisa kita tangkis virus ini dari sedini mungkin sebelum sempet menyebar. Salah satunya dengan cara mematikan fitur Turn On untuk Flashdisk,CD en Floopy Disk. Lho apa hubungannya?jadi begini ceritanya..he..he..

Sama kaya virus penyakit yang membutuhkan media untuk menyebar en akhirnya menginfeksi, begitu juga dengan virus computer membutuhkan media untuk menyebar dan menginfeksi computer. Media yang dipake ama virus computer adalah flashdisk, disket, cd/dvd, internet, LAN dsb. Trus di computer kita (windows) ada fitur Turn On yang fungsinya untuk mendeteksi kalo ada flashdisk, disket, ato cd/dvd yang dimasukin sekaligus menampilkan isinya. Nah fitur ini dimanfaatin ama virus computer, jadi kalo flashdisk, disket, cd/dvd kita ada virusnya begitu kita colokin(he..he..sory susah nyari bahasa yang enak diucapin)kekomputer kita langsung tuh virus menyebar. Tapi kalo fitur ini kita matiin so sekalipun di flashdisk, disket, cd/dvd kita ada virusnya ga akan otomatis nyebar kekomputer kita, kecuali kita open/double klik file-file yang ada di flashdisk, disket, cd/dvd kita yang udah terinfeksi virus.Lho berarti tetep masih nyebar dong??ya iyalah..masa ya iya wew..jadi maksudnya gini..virusnya masih bisa nyebar kalo kita buka flashdisk,disket,cd/dvd kita pake windows explorer trus kita open/double klik file2 yang ada didalamnya yang udah terinfeksi virus.Tapi seenggaknya ini bisa mencegah virus menyebar secara otomatis ke computer kita sewaktu kita colokin flashdisk,disket, cd/dvd.Apalagi kalo antivirus kita ga pernah diupdate, cara ini cukup efektif. Tapi dengan dimatiinnya fitur ini maka waktu kita colokin flashdisk, disket, cd/dvd windows ga akan otomatis menampilkan flashdisk,disket, cd/dvd kita. Jadi harus lewat windows explorer atau my computer.

Ok !! udah paham ato malah mo muntah ??he..he..ga papa2 namanya juga belajar (he..he..membela diri. Padahal mah yang bener kata pengantarnya berbelit-belit). Trus cara matiin fitur Turn On nya gimana??Ini dia caranya :
1. Klik menu Start > klik Run..
2. Ketik gpedit.msc > OK
3. Klik Administrative templates > trus disebelah kanan, double klik system
4. Double klik Turn Off Autoplay
5. Pilih Enabled trus klik Ok

Gimana, gampang kan?? Ok mudah2 an bisa sedikit membantu.(©ndrik,2009)

Blog pada WordPress.com. | Tema: Motion oleh volcanic.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.